Selasa,10Desember

Satu-satu saja, Tami. :)

Sedang senang sekali... banyak merenung akhir-akhir ini. Ternyata hidup saya sunggguh seperti roller coaster. terutama setelah menikah. Ada naik, ga jarang turun. Kadang lompat, kadang jatuh. tapi terlebih sering, kami sama-sama saling membersihkan debu untuk kemudian berlari lagi. Iya, Tami sedang senang sekali (saat ini). Mengetahui betapa banyaknya capaian yang sekarang ada, yang bahkan dulu ga kepikiran bisa. Mengetahui betapa jauhnya... selanjutnya »
Rabu,23Oktober

Another count of blessing...

Abhiwa akhirnya wisudaaaaaa!! Yeay! iya, wisuda s1. Alhamdulillaah, masih dari ITB kok lulusnya. Buat orang lain mungkin pencapaian yang ga seberapa, tapi buat lelaki kesayangan saya yang prioritaskan kewajibannya cari nafkah ketimbang kuliah itu, that's... selanjutnya »
Sabtu,05Oktober

I change my plan, then...

saat sedang mengurusi training LPDP di Sentul "Dek, qila demam.." "Tapi aku harus standby sampai rabu, Ay.." esok malamnya.. "Halo? Aqila? Lagi apa?" "Amii.. Amii.." "Aqila? Sudah makan belum?" "Huuuu.. Amii.. qila mau sama Ami.. Mau sama Ami ajaaa... Uhuhuhu.. Amiii, pulaang.." -diam diam menghapus air mata- masih di Sentul.. "Dek, demam Aqila tinggi sekali.." "Iya Ay, aku pulang besok ya.. Makasih udah... selanjutnya »
Minggu,07Juli

Que Sera Sera

“Kau tidak bisa membiarkan perasaan itu tumbuh tidak terkendali. Karena sekali tumbuh, maka tunas-tunas perasaanmu tak bisa kau pangkas lagi. Semakin kau potong, dia tumbuh dua kali lipatnya. Semakin kau injak, helai daunnya semakin banyak.”--Tere Liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin" mari pupuk-siram-tumbuhkan perasaan itu. tentang anak. tentang pertetanggaan. tentang mereka yang tidur di pinggir jalan. tentang peradaban.... selanjutnya »
Minggu,07Juli

It's been a while...

since I sent a post to this blog. Ah, kangen! :') So here we are... moving to Depok (again). Going to attend lecturers (again?!). Hehe.. iya.. September ini insyaallah saya kuliah lagi. Di UI lagi. Jadilah kami LDR (lagi?!). Ga buat waktu yang lama,... selanjutnya »
Rabu,01Mei

Si Neng Qilla

Jadi ceritanya, Neng Qilla udah 2 tahun 8 bulan sekarang. Udah bisa diajak ngobrol yang dua arah (dan aslik, ngobrol sama bocah ini suka bikin ngakak sampe sakit perut), makannya tambah banyak (yang ini mah dari dulu yak, hihihi), dan yap kerasa banget kalo sekarang workload saya sebagai seorang Ibu mulai "berkurang". Berkurang dalam artian anak udah mandiri. Yah, namapun lagi masa autonomy ya, apa-apa sekarang Aqilla mah maunya ngerjain... selanjutnya »
Sabtu,06April

#3.64

Jelang kelulusan, beberapa anak malah makin sering wara wiri di sekolah. Siapa lagi kalau bukan mereka yang dulu aktif jadi pejabat sekolah? Akhir tahun, selalu penuh dengan laporan pertanggungjawaban ini itu. Sudah bukan rezim mereka sih, memang. Tapi membantu adik kelas menyelesaikan amanah mereka dengan baik hingga tuntas, ga ada salahnya juga kan? Ya, hitung-hitung kumpulin pahala supaya bisa lancar lulus UN dan SPMB kelak. "Kita bagi... selanjutnya »
Sabtu,06April

Tentang Kamu

Ya, ini tentang kamu. Kamu yang sedari dulu, gak pernah berubah. Bahkan sampai sekarang pun tidak. Ini tentang kamu. Yang tidak pernah ku mengerti jalan pikirannya. Setidak mengerti aku saat beberapa tahun lalu, langkahmu mendekat lalu bertanya, "Jadi calon istri saya, ya?" Lihat, bahkan tanya mu pun bukan bentuk tanya. Ah ya, aku memang tidak pernah bisa mengerti utuh apa yang ada di kepalamu. Tapi ini tentang kamu. Ya, kamu yang sedari... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.9

Ini gila, Rei mengumpat dalam hati. Ada kebahagiaan yang sudah menggantung di pelupuk matanya. Tinggal sejengkal, jika saja Rei mau menggapainya. Tapi tidak, dan ini sungguh gila.  Rei berkelindan dengan dirinya, saat memutuskan menangguh prosesnya dengan Langit. "Saya belum yakin, Langit. Saya minta semua ini di-pending dulu," sepatah kalimat itu ia kirimkan pada lelaki yang selama ini menumbuhkan yakin dalam hatinya. dalam hidupnya. Yakin?... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.63

And I will take, you in my arms And hold you right where you belong 'Till the day my life is through, this I promise you This I promise you.. Celah Langit Langit tidak pernah benar-benar tahu, kenapa ia begitu mencintai gadis ini. Melihatnya selalu membuatnya gila. Berinteraksi adalah candu. Langit cuma tahu indranya hilang sekejap tiap gadis ini bersamanya. Penglihatannya kabur, pendengarannya melemah. Semua hal di sekitarnya memuai,... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.62

Sudah 5 bulan sebelum hari SPMB tiba. 4 bulan sebelum Ujian Nasional dimulai. 3 bulan sebelum hari-hari dipenuhi dengan berbagai tryout dan simulasi tes. 2 bulan. Sudah 2 bulan setelah terakhir kali Rei berbincang langsung dengan Langit. Februari akhir 2007. Siang itu amat terik. Bel istirahat yang berbunyi bahkan tidak mampu memancarkan kebahagiaan di wajah para murid, terlebih murid-murid kelas XII. Ya, bagaimana bisa bahagia kalau... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.61

Siang yang ramai. Lapangan dipenuhi murid-murid yang berebut ingin pulang lebih dulu. Walaupun sebagian dari mereka nampaknya senang berlama-lama di sekolah, mengikut iekskul, mengurus kepanitiaan, pengajian, ini-lah, itu-lah. Salah satunya Rei. "Nyariin siapa, Rei?" Una tiba-tiba muncul, mengagetkan. Rei, matanya masih mencari-cari, "Nggak, Un.. Gak nyari siapa-siapa kok.." "Lah itu mata kamu kemana-mana dari tadi. Emang aku gak perhatiin?"... selanjutnya »
Senin,18Maret

#3.6

"Langit, nih rincian anggaran dana OSIS buat LPJ tengah tahun, " Rei menyerahkan sebundel dokumen ke depan seorang lelaki yang tengah serius dengan komputernya. Langit menengadah, "Eh, ada calon istri! Makasih ya... Gitu dong, istri kan kerjanya harus cepet," ujarnya dengan mata jenaka. Kawan-kawan seruangan OSIS tertawa bersamaan. "Grrrr.. Calon istri-calon istri, apa-apaan ih! Ga usah ngaku-ngaku deh!" Rei memandang dongkol lelaki... selanjutnya »
Senin,04Maret

Per-hati-kan: Hati-Hati Menjaga Hati

27 Sep “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” Q S Al An’aam 162 Kepada semua orang yang akhirnya menemukan tulisan ini percayalah ini bukan cerita murahan pinggir jalan. Tak pernah benar-benar terjadi, hanya ilusi. Ini benar kisahku, atau bisa jadi telah, sedang, akan menimpa kalian juga, anak-anak, cucu kalian kelak. Walau aku tak tahu akan... selanjutnya »
Senin,04Maret

#3.8

Malam sudah larut, tapi Rei belum juga tidur. Matanya menatap layar laptop -satu satunya cahaya yang menerangi kamarnya-. Klik!  Suara notifikasi muncul. "Ah ya, pasti dia," Rei tetiba tersenyum tanpa bisa ditahan. Sesegera ia buka laman blog untuk membaca satu komen yang ditunggu-tunggunya. Kebiasaan ini sudah hampir sebulan lamanya berjalan. Entah kenapa untuk satu penanggap blognya ini, Rei susah menahan diri. Lupa dengan jam... selanjutnya »
Senin,25Februari

Stasiun Duri

"Kemiskinan itu dirasakan, bukan dibicarakan.."

-Stasiun Duri, selepas ambil data PKL yang (akan) kena gusur-

Jumat,22Februari

#3.7

Kamu akan tahu pasti kalau kamu mencintai seseorang ketika menaiki kereta bersamanya, kamu diam-diam berharap rel kereta ini tidak ada ujungnya.

-Tangguh, tentang Rei-

Senin,18Februari

Beda

"Kamu tahu apa bedanya aku dan kamu?" 

"Kamu, berusaha menghapus tentang aku di tiap harimu. Sedang aku, berusaha agar dirimu tak terhapus sedikitpun dari diriku."

-Serial Love in Harvard-


Senin,18Februari

#3.5

Lagit mempercepat langkahnya, pintu gerbang sudah mau ditutup. Teeeeeet.. Teeeet!  Ups, syukurlah. Hampir saja sejengkal ia tidak bisa masuk ke dalam sekolah. Langit melanjutkan langkah menuju kelasnya di lantai 2. Sepanjang jalan, mata dan kepalanya sibuk menoleh sana-sini, menjawab sapaan. Maklum aja sih, Langit memang termasuk penggiat organisasi. Cukup dikenal lah. Langit menaiki tangga. Kakinya hampir mencapai anak tangga terakhir,... selanjutnya »
Senin,18Februari

Random



Susah banget buat saya untuk menyukai lagu yang gak ada cerita di baliknya. Jadi biasanya saya suka filmnya atau tokohnya dulu, baru deh suka sama lagunya.

Kayak yang ini nih..

 

Minggu,17Februari

Dua

"Ya ampun Dek, kamu bener-bener suka ya hidup naik turun gini. Kayak Roller Coaster.." Satu. Dua.., aku terkesiap. Antara takut dan nahan ketawa. "Tapi gak apa juga sih. Aku ngerti kok," Lelaki itu membunyikan tawa khasnya. Aku tersenyum. Lelaki itu... selanjutnya »
Minggu,17Februari

#3

Sudah lama sejak Rei pusing sebegininya. Soalan yang sudah menggelayuti pikirannya berhari-hari, ups berbulan bahkan. Rei mencoba tanya sana sini, alih-alih  dapat jawaban atau kepastian, yang ada perasaanya malah jadi tercecer kemana-mana. Tentang dua lelaki ini, Rei selalu tak menentu. Entah kenapa, seperti sebuah siklus, Rei hampir tau pasti bagaimana hatinya bisa jatuh pada seseorang. Mulai dari gombalan kawan SD sampai candaan... selanjutnya »
Minggu,17Februari

#5

Rei tidak tahu, kenapa melewati Kota Tua bisa segini sesaknya. Lalu pojokan resto A&W di stasiun itu. Tiap jengkal stasiunnya. Rei tidak tahu kenapa melewati pusat perbelanjaan tadi buat sesaknya menjadi-jadi. Rei tengadah, musik di earphone yang menempel di telinganya masih berdetak-detak kencang. Rei menyentuh pelan, menaikan volumenya ke titik maksimal. Ada yang jatuh di sudut matanya. Hampir-hampir ia pulang. Tapi Rei tahu, semua... selanjutnya »
Minggu,17Februari

100 KM

"Kapan ya, rapuhmu itu hilang?" Jangankan kamu, saya sendiri pusing. Konyol ih, sampai sudah lulus bertahun pun saya tetap yang paling fragile diantara kalian semua. Tetap jadi yang lari kesana-kemari gak jelas. Tetap jadi yang gak bisa berkepala dingin buat sekedar duduk dan berpikir. Tapi, kayak gitu kan bukan Tami banget.  Kayaknya selamanya saya tetap akan jadi yang paling ciut, yang kabur-kaburan dan berceceran dimana mana.... selanjutnya »

Search

 

Followers

Rumah Bahagia ^__^ Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger