Selasa,19Maret

#3.9

Ini gila, Rei mengumpat dalam hati. Ada kebahagiaan yang sudah menggantung di pelupuk matanya. Tinggal sejengkal, jika saja Rei mau menggapainya. Tapi tidak, dan ini sungguh gila.  Rei berkelindan dengan dirinya, saat memutuskan menangguh prosesnya dengan Langit. "Saya belum yakin, Langit. Saya minta semua ini di-pending dulu," sepatah kalimat itu ia kirimkan pada lelaki yang selama ini menumbuhkan yakin dalam hatinya. dalam hidupnya. Yakin?... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.63

And I will take, you in my arms And hold you right where you belong 'Till the day my life is through, this I promise you This I promise you.. Celah Langit Langit tidak pernah benar-benar tahu, kenapa ia begitu mencintai gadis ini. Melihatnya selalu membuatnya gila. Berinteraksi adalah candu. Langit cuma tahu indranya hilang sekejap tiap gadis ini bersamanya. Penglihatannya kabur, pendengarannya melemah. Semua hal di sekitarnya memuai,... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.62

Sudah 5 bulan sebelum hari SPMB tiba. 4 bulan sebelum Ujian Nasional dimulai. 3 bulan sebelum hari-hari dipenuhi dengan berbagai tryout dan simulasi tes. 2 bulan. Sudah 2 bulan setelah terakhir kali Rei berbincang langsung dengan Langit. Februari akhir 2007. Siang itu amat terik. Bel istirahat yang berbunyi bahkan tidak mampu memancarkan kebahagiaan di wajah para murid, terlebih murid-murid kelas XII. Ya, bagaimana bisa bahagia kalau... selanjutnya »
Selasa,19Maret

#3.61

Siang yang ramai. Lapangan dipenuhi murid-murid yang berebut ingin pulang lebih dulu. Walaupun sebagian dari mereka nampaknya senang berlama-lama di sekolah, mengikut iekskul, mengurus kepanitiaan, pengajian, ini-lah, itu-lah. Salah satunya Rei. "Nyariin siapa, Rei?" Una tiba-tiba muncul, mengagetkan. Rei, matanya masih mencari-cari, "Nggak, Un.. Gak nyari siapa-siapa kok.." "Lah itu mata kamu kemana-mana dari tadi. Emang aku gak perhatiin?"... selanjutnya »
Senin,18Maret

#3.6

"Langit, nih rincian anggaran dana OSIS buat LPJ tengah tahun, " Rei menyerahkan sebundel dokumen ke depan seorang lelaki yang tengah serius dengan komputernya. Langit menengadah, "Eh, ada calon istri! Makasih ya... Gitu dong, istri kan kerjanya harus cepet," ujarnya dengan mata jenaka. Kawan-kawan seruangan OSIS tertawa bersamaan. "Grrrr.. Calon istri-calon istri, apa-apaan ih! Ga usah ngaku-ngaku deh!" Rei memandang dongkol lelaki... selanjutnya »
Senin,04Maret

Per-hati-kan: Hati-Hati Menjaga Hati

27 Sep “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” Q S Al An’aam 162 Kepada semua orang yang akhirnya menemukan tulisan ini percayalah ini bukan cerita murahan pinggir jalan. Tak pernah benar-benar terjadi, hanya ilusi. Ini benar kisahku, atau bisa jadi telah, sedang, akan menimpa kalian juga, anak-anak, cucu kalian kelak. Walau aku tak tahu akan... selanjutnya »
Senin,04Maret

#3.8

Malam sudah larut, tapi Rei belum juga tidur. Matanya menatap layar laptop -satu satunya cahaya yang menerangi kamarnya-. Klik!  Suara notifikasi muncul. "Ah ya, pasti dia," Rei tetiba tersenyum tanpa bisa ditahan. Sesegera ia buka laman blog untuk membaca satu komen yang ditunggu-tunggunya. Kebiasaan ini sudah hampir sebulan lamanya berjalan. Entah kenapa untuk satu penanggap blognya ini, Rei susah menahan diri. Lupa dengan jam... selanjutnya »

Search

 

Followers

Rumah Bahagia ^__^ Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger