Eh, sebentar. saya mau cerita dulu.
Ganti nama (lagi?)
Catatan Terakhir
dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat
disatukan dalam karunia yang suci
bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri
bukan juga patah arang cinta buta siti nurbaya
tak dapat diukur tapi bersama Allah semua pasti akan teratur
dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketakwan yang sangat mendalam
bersemi dari pupuk akhlak yang hebat
berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat
tidak, ini takkan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta
yang buta oleh warna-warni dunia yang fana
ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya
keteladan abadi dalam harum kesturi dan buah ibadah
dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah
untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan
dan hanya mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta
karena bukan apa siapa dan bagaimana!
tapi luruskanlah dalam wangi surga
karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta?
inilah cinta sejati
cinta yg tak perlu kau tunggu
tapi dia tumbuh bersama doa malam yang teduh
tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu
petunjuk yg selalu datang dari ruang para malaikat
yang sanggup melihat tak kenal pekat
tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju
takkan habis oleh waktu
karena kecantikaanya tersimpan di hati
dalam pesona yang selalu menjaga jiwa
yg menjadikan dunia menjadi surga sebelum surga sebenarnya
yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya
seperti sungai yang mengalir
bening airnya-pun selalu artikan keseimbangan syair
yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan
untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan
dan kelebihan sebagai kekuatan
lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan
dalam kesetiaan dan ruang kesolehan dan kasih sayang
bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra jihad dan dakwah
tercatat dalam untaian rahmat
berakhir dalam catatan terakhir yang mulia
digariskan hanya oleh ketetapan Allah Subhana Wata'ala
(Catatan Terakhir-Thufail Al Ghifari)
Officially moved!
"Empat hal termasuk kebahagiaan. (1) Isteri yang shalihah, (2) rumah yang luas, (3) tetangga yang baik, dan (4) kendaraan yang nyaman.."
(HR Ahmad dan Ibnu Hibban)
Alhamdulillaah, poin 2 dan 3 baru saja kami dapati di lingkungan baru ini.
saya sedang akan selalu mengikhtiyarkan yang pertama;
sedang dalam "Dream Book" yang saya dan Abhiw miliki, poin 4 kami usahakan dapat terpenuhi November tahun ini, dengan izinNya, insyaAllah.
Keluarga Hanif kini sudah pindah ke Dago Utara, Bandung.
Ditunggu silaturrahimnya.. :)
Dulu.
Sore itu. 2008.
"Can you just stop annoying me? Kenapa harus aku? Banyak yang lebih baik. lebih cantik. lebih pinter. lebih shalihah. Kenapa harus aku?"
dua mata itu menunduk diam. Jemarinya bermain tak tentu arah. ku rasa, kali ini ia mati langkah. Ya, apalagi tanya yang mesti ku uar untuk menghenti langkahnya selain ini?
Lamat terdengar naik turun nafasnya. bahkan ku sudah tersenyum menang dalam hati, Skak mat kini kau!
Dan Lelaki itu,
"Jika ada seribu bintang yang bersinar terang, apa aku harus memilih yang paling terang? Padahal nyatanya yang kubutuhkan bukan terangnya. Tapi ketentramannya.."
aku tercekat. lidahku kelu.
Baiklah, Dzaky, kali ini kau menang lagi..
*mengenang satu separuh perjalanan.
Jangan buatku mencintaimu, melebihi cintaku pada Tuhanku.
Proudly present: Sahabiyah Corporation! :)
Menjadi WAHM (Working at Home Mom), itulah impian saya sejak pertamakali menatap dua garis membahagiakan penanda hadirnya Chiwa.
apalagi sejak Chiwa lahir, huihhh.. saya pribadi bener-bener ga kebayang gimana rasanya harus pergi kerja setiap senin-jumat (atau senin-sabtu, kalo saya jadi pegawai swasta). berangkat kerja pagi-pagi sekali, lalu pulang sampe rumah larut (tau sendiri lah lalu lintas jakarta pas jam pulang kerja kayak gemana). cuma bisa ketemu anak di malam hari atau akhir pekan (itupun kalo ga berkutat dengan take home work).
Bukan.. saya bukan sedang bersinis dengan para workingmom. justru saya angkat topi dan 4 jempol buat mereka! Aseli, saya yang ngerasain 4 bulan jadi kuli-mom (ibu2 yang kuliah maksudnya, hehe..) aja udah setengah napas. So, I know being a working mom is not an easy thing to deal. Manajemen ASIP, bagi waktu antara suami, anak, dan me-time. huaaahhhh.. keren banget deh wahai kalian, Ibu-ibu yang bekerja! (termasuk Ibun dan mertua saya). :)
Ehe, jadi OOT. sebenernya post ini tuh saya mau promosi gitu.. sehubungan dengan visi saya jadi WAHM, saya dan beberapa teman (Mba Indah & Ka efa) pun mulai merintis usaha yang akan kami jalankan sedari kini hingga nanti. Alhamdulillaah, proposal bisnis yang kami rancang di-acc sama pihak UI untuk dapetin dana sebesar 24 Juta! Yeeyyyy, Alhamdulillaah..
Bisnis apa tuh?
produknya ga jauh-jauh dari kesenengan tim kami, yakni memakai gamis. tapi..., gamisnya ga sembarang gamis. Gamis yang kami produksi mengambil aksen hanbok, baju tradisionalnya Korea.
kenapa ambil hanbok? karena siluetnya A-line, membuat gamis jadi lebar, sehingga mempermudah mobilisasi buat para aktivis juga nyaman buat diajak naik motor! :)
Inilah beberapa contoh produk Sahabiyah Corporation yang sudah ready stock.
ini model favorit saya!







