Bukan judul sinetrooon, sodara-sodara...
ini tentang cincin kawin saya. Retak? yak, betul. R-E-T-A-K. cincin yang dilekatkan sama Ummi sejak lamaran 2 tahun yang lalu, dinyatakan secara resmi retak hari ini.
Apa pasal? kepentok dinding waktu nahan kepala 'Aqila. ya iyalah yaa.. mending cincin daripada kepala anak gw yang retaaaak >.<
Jadi sodara-sodara, jangan kaget yaa kalo ntar ketemu saya sudah tidak bercincin lagi.. soalnya retak cukup parah.. kalo terus-terusan dipake bisa belah jadi dua..
Sedih ga? Iya! iya banget! soalnya kan itu legitimasi sosial kalo saya itu sudah bersuami, hihihi..
tapi ada satu yang cukup menghibur:
ternyata waktu liqo kemarin, saya perhatiin jemari para temen liqo saya. Dan merekaaa... tidak bercincin!
cukup menghibuur, mengingat temen-temen liqo saya itu usia pernikahannya minimal sudah 4 tahun.. bahkan ada yang baru milad pernikahan yang ke-17! hihihi..
ga mutu ih postingannya.. hehe, sekali-kali ah! berhibur kan tiada salahnya.
-di sela-sela menunggu si Abhiw pulang liqo' (sigh, kenapa ikhwan itu liqo'-nya malem sih? hehe)-
Cincin Yang Retak
Is he the one?
Sejak saya menikah, pertanyaan yang paling sering orang-orang tanyakan pada saya (selain kalimat-tanya-seribu-ummat "Kapan hamil?" itu), adalaaaahhh... "Kenapa dia?"
Yap. dari milyaran kaum lelaki di muka bumi ini, kenapa saya pilih Dzaky? atau yang lebih krusial lagi, kenapa saya yakin bahwa Dzaky lah seseorang itu? Quite hard to answer, actually. Percayalah... sampai milidetik terakhir menuju pengucapan akad pun, saya masih bertanya-tanya, "Duhai Allah, inikah dia? darinya kah tulang rusuk itu Kau ambil?"
Saya kenal Dzaky sudah dari SMP. Berlanjut ke SMA yang sama. Walaupun beberapa kali kami ada di satu amanah, cukup sering interaksi, tapi tentunyaaaa... kehidupan suami-istri itu jaauuuhhh beda sekali dengan sekadar hubungan sekretaris umum-bendahara umum kan?
Dan itu benar-benar terbukti. Pasca pernikahan, saya seperti say hello dengan orang yang benar-benar baru.
Dzaky si Sekre Umum OSIS tentunya beda dengan Dzaky yang saya nikahi.
Ada idiom yang bilang, pernikahan mengelupas segalanya. Untuk perkara orang? Ya. Menikah benar-benar mengelupasi pasangan kita hingga ke sifat 'kulit mati'nya. Mulai dari yang bikin kita seneng sampe kesel seubun-ubun :p
Ga kebayang yak? Gini-gini... Sebelum nikah, akan sangat mudah seekali kita simpatik atau (bahkan) sampai jatuh cinta dengan dia yang nampak macho nan berwibawa sebagai si Ketua Lembaga. atau dia yang (kelihatannya) selalu tunduk tawadhu' nenteng Qur'an kemana-mana. Juga dia yang nampak keren ngisi materi di dauroh. Yah, create your own definition of future-husband deh! He..he..
Lalu, apa yang terjadi setelah nikah? Pernah kebayang kalau si macho tadi ngupi di depan mata? Atau si tawadhu' ternyata punya kebiasaan ngorok super-keras? Sedang si keren makannya banyak? porsi kuli pula, pernah kebayang?
Ga kebayang? Saya tebak, Anda pasti belum nikah :p
Nah.. nah.. keliatan kan kontrasnya dari contoh barusan. Itu baru perihal kebiasaan. Gimana kalau ketika Anda sudah menikah (katakanlah dengan si keren-pengisi-dauroh itu), ternyata orangnya super ga sabaran? (ehhh, ini contoooh.. jangan mendelik ke suami saya gitu doong :p). Lalu ketika Anda telat semeeniit saja dari janji dijemput pulang liqo, Anda menemukannya dengan wajah tekuk seribu. Ga banyak bicara. Melajukan motor. Nganter pulang. Daaan.. sesampainya Anda di rumah, tiba-tiba aja dia ijin mau ke bengkel padahal tadinya ga ada agenda kaya' gitu di jadwalnya. Gimana? Pernah kebayang?
Pernikahan saya dan Dzaky baru masuk tahun kedua. Tapi saya belajar baaaaaaaanyaaaaaakkk banget. bukan sekedar baaaaaaanyaaaaaaaaakkk, tapi buaaaaanyaaakkkk (Kalo kata Ka Cici mesti pake 'U' biar keliatan buaanyak-nya, hekekeke..). Somehow, pernikahan ini memang kaya' jadi perkenalan baru banget buat saya tentang Dzaky, dan saya pun yakin, begitupula yang dirasakan Dzaky mengetahui istrinya yang paling males beres beres rumah.
Di titik itu, saya jadi merenung.. Wah, kalo kaya' gini, memang sampai kapanpun saya ga bisa mendeklarasikan bahwa 'dia lah orangnya', terlebih sampe frase 'dia-lah yang Allah ridha'i untuk saya'. Jawaban itu cuma Allah yang pegang. Seperti yang Allah sampaikan: "Masuklah kalian ke dalam syurga beserta istri-istri dan keturunan kalian yang beriman". Sebelum sampai ke kehidupan kekal itu, bener kan sampai kapanpun kita ga akan tau?
Lalu gimana saat dihadapkan dengan beberapa pilihan jodoh? (Cieee... laku beneeer...)
Buat saya, pilihlah yang paling membuatmu tentram dengan keputusan itu. Ketika sudah mendekatkan diri denganNya, sedekat-dekatnya. Ucaplah Bismillaah, lalu pilih yang paling membuatmu tentram.
Selebihnya? Itu ikhtiyar.
Ikhtiyar penuh-sungguh untuk membuat rumah tangga jadi sakinah, waddah, nan rahmah.
Di tengah jalan nanti, akan sangat mungkin kau temukan buanyak perbedaan. Ada yang kau sukai; banyak pula yang kau murkai. Bahkan mungkin saya syaithan membawamu sampai pada prasangka: "Mungkin kalo gue ga nikah sama dia, ga akan kaya' gini jadinya"
Tapi tetaplah berjalan. tetaplah bergandengan dengannya. Tetaplah berdekatan. Tetap ikhtiyarkan. Senantiasa lah ingat: Ketika sudah melibatkan Allah dalam pengambilan keputusan, maka kesulitan bukanlah pertanda salah mengambil jalan! (kata-kata keren ini saya ambil dari Noi, sahabat seperjuangan sesama Ibu beranak satu di UI angkatan 2007)
Allah sembunyikan takdir, agar kita berusaha bukan? Itulah.. mungkin di sana pula ada hikmah, tentang kenapa kita ga akan pernah tahu apakah yang sekarang berjalan disisi adalah pendamping di syurga abadi. Supaya kita terus berusaha dan mensyukuri segala yang ada. Hingga nanti, ketika cinta berakhir di saat tak ada akhir..
Hey A'a, terimakasih untuk perjalanan 2 tahun ini:
“It’s not always rainbows and butterflies, it’s compromise that moves us along…”
(Maroon 5)
Tolong bawa aku dan anak-anak ke syurga ya? :')
Just Believe.
Dulu.. duluuuu banget. waktu seragam saya masih putih dan merah, saya kepingin banget bisa masuk SMPN 30.
Ternyata, disanalah saya 6 tahun kemudian.
Dulu.. setelah ngerasain belajar di SMPN 30, saya bener-bener pengen bisa masuk SMAN 13. Bahkan mimpi itu masih saya ucap diam-diam walaupun nilai raport jungkir balik ga keruan di kelas 2 (salahkan modern dance! hikiki..). Hasilnya? NEM saya nangkring di urutan ke-6 pendaftaran siswa baru di tahun itu :)
believe it or not, sejak duduk di kelas X SMA, saya udah bercita-cita ga mau SPMB. Kuliah? BSI aja lewat PMDK dong! huahahaha.. sombong bener cyiiiin.. tapi begitulah.. Padahal saya bener-bener nol besar pengetahuan tentang PMDK-things, but I just believe, suatu hari gue bakal masukin UI dengan jalur itu. Dan sungguh, disaat temen2 kelas XII saya pada riweuh belajar beraneka spesies soal SPMB, saya cuek. yap. CUEK. (udah yakin pisan gitu, bakal dapet PMDK, wkwkwkw..)
'Ala kuli hal.. Allah Yang Maha Baik lagi-lagi kabulkan pinta saya. PMDK saya dapatkan. saya masuk Psikologi UI tanpa tes, dimana saat teman-teman lagi keblinger bulet buletin jawaban SPMB, saya lagi ngantri ngepas ukuran jaket kuning :p
Huiks, kebanyakan nyombongnya ya kayaknya? hehehe.. sebenernya bukan itu niat saya nge-post ini. Saya lagi mau cerita kalo akhirnyaaaa... Rabu sore, 8 Juni 2011 yang lalu, penguji skripsi saya mengumumkan dengan senyummmm: "Selamat Tami, kamu lulus sidang sarjana psikologi!" Ah, manis... semanis maduu...
Terharu luar biasa, karna 5 bulan sebelumnya I have no idea gimana caranya saya bisa menyelesaikan skripsi dalam keadaan full jaga 'Aqila, dan Dzaky kembali masuk kuliah. Sempeeeet banget kepikir buat cuti semester ini (dan ga kepikiran juga gimana ngerjain skripsi semester depannya). Disorientasi aaabiiisss... tapi lucunya saya tetep ngulang2 do'a ini ke Allah: "Allah, Tami mau lulus semester ini, Ya Allah.. Tolong ya Allah.." daaaann... Qadarullah, saya diajakin masuk ke skripsi payung-nya Mbak Dini, dimana saya ga perlu ambil data lagi. Ah, terharu banget lah kalo inget masa-masa pengerjaan skripsi kemarin.. kalo bahasa Ar-Rahman, ini namanya Fabbi ayyi 'alaai Rabbikuma tukadzibaan? Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Ga ada ya Allah. Ga ada! :')
Hikmahnya apa? Semua berangkat dari satu hal : Believe
Cukup percaya. Percaya bahwa saya mampu. Percaya bahwa Allah Maha Tahu. Percaya bahwa semuaaaaa sudah ada hitung-hitungan dalam rumus matematikaNya. Percaya bahwa jika kita percaya, maka semesta pun membantu kita mencapainya. Percaya bahwa Allah itu (kalo bahasanya Dey), Mahaaaa Cinta! Ah Ia memang selaluuuu Maha Cinta! :))
Ah Allah, lumpuh aku karena rindu.. :')
Life updates
ga nge-blog sampe tengah Juni depan? tipuuuuu! hihihihi :p
Yap, berhubung semalam ada komen di status fb saya untuk memberitahu: deadline skripsi mundur ke 20 Mei 2011. Jadilah... mari nge-blog lagi, hihihihi
happy? well, not that really.. somboong bener yak? hahahaha.. tapi inilah hasil prinsip "mengejar, bukan dikejar" yang saya terapkan pasca bonding 4life di rumah dokter Edu setengah bulan yang lalu. Saya MENGEJAR skripsi untuk selesai bulan ini, bukan DIKEJAR deadline. Hasilnya? Skripsi saya udah masuk bab 4-5. Jumat ini selesai, insyaallah. jadi, perubahan deadline ga gitu ngaruh, saya memang udah menyiapkan selesai jumat ini, gitu :p
Ah yaa... sidang skripsi saya pun sudah dijadwalkan: 8 Juni 2011. Ahh, another big day in my life! Sampai sekarang pun masih tak percayaa... time is running so fast.. perasaan baru kemaren keterima di psikologi UI, ikut PSAF, OKK, segala rupa.. terus kenalan sama temen-temen baru yang belakangan gue temuin 9 orang aneh bin ajaib yang terus lengkeeeet sampe 4 tahun ini (ah ya, sebut saja mbul, mance, ciqa, nungky, feybz, annies, & achunk; thanks Gals, u really made my years.. :). lanjut dengan kawin, eh, nikah deng! :p Melahirkan 'Aqila.. dan jeng jeng jeng... bulan depan udah sidang ajeee.. Alhamdulillaah, Allah Maha Baik selaluuuuu Maha Cinta! :D
Setelah lulus? Saya ga mau kerja. hehehehe.. terkesan idealis, but I just can't imagine how could I leave that little precious with somene else besides me. Yahh, efek 4 bulan ini megang 'Aqila full, gue jadi rada parno kalo mesti ninggalin dia sama orang lain, bahkan sama keluarga sekalipun (kecuai Dzaky, tentunya).
Rencana selanjutnya sih bantu Dzaky bisnis di 4life.
Sejujurnya aja, pola pikir kaya' gini baru gue dapetin setelah nikah sama Dzaky. He is a kind of stay at home daddy. Dzaky ga suka terikat jam kerja, aturan, keterbatasan gaji (hahahaha LOL!), segala rupa.. jadi dari awal nikah puun, visi dia memang bisnis bisnis dan bisnis. beda banget sama gue. Dulu tuuh, rencana gue setelah lulus kuliah adalah jadi pengajar di tengah hutan belantara sana. Gue selalu ngebayangin, pasti nikmat luar biasa disapa hutan tiap paginya, lalu bertemu dengan sejuta anak yang belum mendapat pendidikan layak. sound too idealistic, but that was my dream. It was, sekarang? tentu aja gue ga mungkin ninggal Dzaky dan 'Aqila untuk ngajar anak-anak suku Dayak kan? Allah memang Maha Keren menggaris takdir.. sahabat saya, Dey, yang berkesempatan dapet jalan untuk menuhin mimpi itu!
oke, balik lagi ke topik.. Dzaky lagi sibuk UAS sekarang. Masih ada 1 tahun yang harus dilewati sebelum dia menyandang gelar S.T. walaupun itu ga pentiiing buat kita :p Dzaky lagi gigih-gigihnya ngerjain 4life. we both struggle for Presidential Diamond this month, do'akan yaa.. Kami lagi semangat banget buat ngejar PD, karena itu berarti akan ada minimal 2 orang yang naik juga incomenya bulan ini. That is what so fascinating about 4life, motonya "Together Building People" yang memag mewajibkan kita bantu orang supaya kita pun terbantu.
Semuanya makin seruuuuuu makin kesini.. 'Aqila sudah 7 bulan.. bisa duduk sendiri, dan babblingnya makin hebooooohhhh.. Tetep manggil Abhiwnya dengan "Baba", lalu mulai memanggil saya dengan "Te-teh". Errr.. Am I that young, baby? :p Gerakan 'Aqila juga tambah lucuk! Udah mulai natah-natah!! Hiyaa.. siap siaga 1 untuk mengamankan segala rupa di rumaaah!
Okey, sekian dulu.. mau lanjut nonton desperate housewives 6 skripsian. See ya, Amigos! Mudah-mudahan dalam 2-3 postingan ke depan, saya udah jadi Jayaning Hartami, S.Psi. wish me lots of luck! :)
cheer up! :)
Maaf ya blog, mungkin kau tak kan ku sentuh hingga pertengahan Juni mendatang.
Mohon do'anya sodara,
jum'at ini saya berniat mengumpulkan draft skripsi, diteruskan dengan sidang 8 Juni 2011 yang akan datang.
Yeaahhh.. siapa coba yang bilang punya anak ngehambat kuliah? bikin lulus bapaknya jadi telat? kekekekekek...
cheer up! :)
