Menjadi WAHM (Working at Home Mom), itulah impian saya sejak pertamakali menatap dua garis membahagiakan penanda hadirnya Chiwa.
apalagi sejak Chiwa lahir, huihhh.. saya pribadi bener-bener ga kebayang gimana rasanya harus pergi kerja setiap senin-jumat (atau senin-sabtu, kalo saya jadi pegawai swasta). berangkat kerja pagi-pagi sekali, lalu pulang sampe rumah larut (tau sendiri lah lalu lintas jakarta pas jam pulang kerja kayak gemana). cuma bisa ketemu anak di malam hari atau akhir pekan (itupun kalo ga berkutat dengan take home work).
Bukan.. saya bukan sedang bersinis dengan para workingmom. justru saya angkat topi dan 4 jempol buat mereka! Aseli, saya yang ngerasain 4 bulan jadi kuli-mom (ibu2 yang kuliah maksudnya, hehe..) aja udah setengah napas. So, I know being a working mom is not an easy thing to deal. Manajemen ASIP, bagi waktu antara suami, anak, dan me-time. huaaahhhh.. keren banget deh wahai kalian, Ibu-ibu yang bekerja! (termasuk Ibun dan mertua saya). :)
Ehe, jadi OOT. sebenernya post ini tuh saya mau promosi gitu.. sehubungan dengan visi saya jadi WAHM, saya dan beberapa teman (Mba Indah & Ka efa) pun mulai merintis usaha yang akan kami jalankan sedari kini hingga nanti. Alhamdulillaah, proposal bisnis yang kami rancang di-acc sama pihak UI untuk dapetin dana sebesar 24 Juta! Yeeyyyy, Alhamdulillaah..
Bisnis apa tuh?
produknya ga jauh-jauh dari kesenengan tim kami, yakni memakai gamis. tapi..., gamisnya ga sembarang gamis. Gamis yang kami produksi mengambil aksen hanbok, baju tradisionalnya Korea.
kenapa ambil hanbok? karena siluetnya A-line, membuat gamis jadi lebar, sehingga mempermudah mobilisasi buat para aktivis juga nyaman buat diajak naik motor! :)
Inilah beberapa contoh produk Sahabiyah Corporation yang sudah ready stock.
ini model favorit saya!





